Orang-orang Yang Sendiri
Kali ini dia mengenakan hutan
dan menyematkan sungai di saku celana.
Kali lain dia mengumpulkan hujan
dan menyelimuti bahu dengan burung-burung di udara.
"Hari apa hari ini?"
Di jendela telah ia runutkan
waktu sedari hulu.
Ia berharap jam pasir akan
mengembalikan biru dari jingga
dan melontarkannya ke tak terhingga.
Tapi belum.
Belum saatnya tidur,
bisiknya.
Orang-orang Di Rentang Jarak
Halo?
Kamukah di sana?
Aku menelponmu dari sini
dan menunggu kemarin
sejak nanti.
Kamu bisa dengar
mimpiku?
Mungkin tidak.
Sejak bertemu
kita selalu berpisah, bukan?
Kita toh pernah bersama
dalam ruang yang berbeda
dan itu cukup bagiku.
Aku akan selalu menelponmu
ketika kamu tak lagi ada.
Ketika di meja itu
kamu tak lagi menunggu.
Halo? 1993?
Orang-orang Dalam Roman
Di 40 derajat celcius kita sama-sama meleleh
tinggal bayangan yang terjebak dalam denim
yang robek
dan rasa putus asa.
Di antara rumah dan bukit
kini tinggal koridor-koridor
yang lebih sering dilewati
daripada dihuni.
Tanyamu,
"Apakah struktur ini akan bertahan
hingga siklus lunar berikut?"
Tanyaku,
"Apakah kamu bahagia?"
Meja untuk satu, tempat tidur kembar.
Di bawah rak buku:
Nota-nota ingatan lusuh
dan sepatu yang cuma separuh.
Lalu kita mulai membuka kulkas dan mencari
sake yang cocok
untuk rasa asam
dari sepi.
Kataku,
"Aku hanya melihat
sebuah labirin. "
Orang-orang Dengan Monolog
Bayang-bayang itu cuma bercerita pada kita
tentang kebohongan.
Di pauh yang tak terlalu jauh
mereka berkumpul
dan berbicara masing-masing
pada dinding.
Bahkan dengan punggung membelakangi bola lampu
mereka tetap merasa bersalah
pada kenangan
tentang rasa salah.
Emosi pernah mengisi penuh-penuh
kamar tawa dan lupa
lalu pergi di satu subuh
dengan koper berisi ruang putih berjendela
tanpa kabel dan pulsa.
Orang-orang Di Antara
Selamat pagi, senja.
Hari Sabtu yang baik
untuk memulai minggu.
Di dasar ruang, atap-atap telah tenggelam
dalam suasana riang yang kelam.
Dan kamu telah berayun
dari diam ke diam.
Apakah yang lebih indah dari awan
yang belum terbentuk?
Silau yang membuat mata tak berair
dan ngantuk?
Jangan pernah percaya
pada apa yang pernah kamu lihat.
Bukankah bonekaku bersanding serasi
dengan bonekamu?
Kekasih,
jika saja kita bisa
menghindari kontak mata,
kita tentu bisa bertahan.
Avianti Armand
Kampung Utan, 28 Juni 2010 - 00.34










